Saturday, March 25, 2017

Honda CMX500 Rebel Setara dengan Kawasaki Vulcan S?

Honda CMX500 Rebel Setara dengan Kawasaki Vulcan S?

Selain motor adventure, motor cruiser juga banyak digemari. Seperti contoh yang baru berlangsung akhir pekan ini, Honda CMX500 Rebel diperkenalkan. Sebelumnya, kelas motor cruiser hanya di isi oleh Kawasaki Vulcan S.

Tampaknya, pengguna motor ingin keluar dari keseharian mereka. Paling pemilihan motor tidak hanya sekedar pemenuhan nilai fungsionalitas tapi lebih dari itu. Ada desain yang bicara mewakili karakter dari tiap pemilih motor.

Nah, untuk polling Otomotif kali ini, kami ingin mengetahui desain motor cruiser mana yang disukai pembaca. Pilih Honda CMX500 Rebel atau Kawasaki Vulcan S?
Secara desain keduanya berada dalam kelas yang sama, motor cruiser. sebagaimana motor cruiser pada umumnya, stang dibuat tinggi, namun jok rendah dan pijakan kaki maju. Perbedaan mencolok adalah jok. Sementara Vulcan S masih dapat boncengan karena mengadopsi jok terpisah, CMX500 Rebel single seat.

Hanya saja keduanya tidak lantas apple to apple secara klasifikasi teknis maupun harga sekalipun jaraknya tidak terlampau lebar. Dibanding Honda CMX500 Rebel, Vulcan S punya tenaga yang lebih besar. Tapi ini wajar karena CMX500 Rebel hanya mengadopsi mesin 471 cc, sementara kompetitornya jauh lebih besar, 649 cc. Keduanya sama-sama mengusung mesin DOHC, parallel-twin

Mesin Honda CMX500 Rebel keluarkan tenaga 47,2 Tk pada 8.500 rpm dan torsi 45,8 Nm pada 5.500 rpm. Sementara Kawasaki Vulcan S bertenaga 61,6 Tk dan torsi 64 Nm.
Soal harga, Honda CMX500 Rebel lebih ramah di kantung. Model ini dibanderol Rp 147,3 juta on the road Jakarta. Sementara Kawasaki Vulcan S dihargai Rp 170,4 juta, atau lebih mahal Rp 20an juta.


Tampilan Baru Cawagub DKI Jakarta,,Menggunakan Peci di Surat Suara dan Simbol Nasionalisme

Tampilan Baru Cawagub DKI Jakarta,,Menggunakan Peci  di Surat Suara dan Simbol Nasionalisme

cawagub DKI Jakarta  Nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat akan memiliki tampilan baru dalam gambar surat suara untuk pemulihan putaran kwdua Pilkada DKI Jakarta tanggal 19 April nanti. Pada surat suara baru tersebut, Djarot mengenakan peci hitam.

Permasalahan peci ini, seolah menjadi masalah baru bagi calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat. Djarot mengatakan dirinya mengenakan peci dalam surat suara putaran kedua merupakan usulan dari tim pemenangan Ahok-Djarot.

Djarot juga membantah, jika penggunaan peci pada dirinya dalam surat suara yang baru untuk Pilgub DKI Jakarta putaran kedua, untuk menepis isu SARA yang masih kencang menerpa pasangan calon nomor urut dua itu.
Djarot berpendapat, peci atau kopiah bukan hanya simbol bagi umat Muslim, tetapi juga simbol nasional. Bahkan yang memopulerkan penggunaan peci di Indonesia adalah Presiden ke-1 RI, Soekarno. "Dan peci ini kan sebetulnya bukan hanya bagi umat Muslim. Peci ini sebagai simbol nasional yang dipopulerkan Bung Karno," ucap Djarot.

Sekretaris tim pemenangan Ahok-Djarot, TB Ace Hasan Sadzily mengaku tak ada alasan khusus. Peci menurutnya sebagai simbol nasionalisme. Sementara Ahok tidak mengenakan peci, dianggap Ace biasa, karena sebenarnya menyangkut kenyamanan. "Tidak ada tujuan khusus. Pak Djarotingin pakai peci karena itu lebih menunjukkan identitas nasionalis," ucap Ace.

"Saya malah heran kok yang satu (Ahok) enggak pakai (peci), ya? Kalau memang lambang kebangsaan harusnya pakai dong. Ini lagi kami senang ditiru juga, dan meniru itu artinya mengakui. Dan kami pakai ini adalah lambang dari kebangsaan jika anda seorang Indonesia pakailah peci karena lambang dari kebangsaan,” ucap Anies.

Friday, March 24, 2017

Salah Satu Pejabat Mitsubishi Pimpin Nissan Indonesia

Salah Satu Pejabat Mitsubishi Pimpin Nissan Indonesia


PT Nissan Motor Indonesia (NMI) akan punya bos baru. Posisi Presiden Direktur yang sebelumnya dipegang oleh Antonio Zara akan digantikan oleh Eiichi Koito, berlaku efektif pada 1 April nanti.

Zara sendiri, yang menjadi bos Nissan Indonesia sejak Maret 2016, akan menjabat sebagai Senior Vice President - Transformation Projects di Nissan Asia & Oceania.

Dalam rilis resmi yang diterima Liputan6.com, Jumat (24/3/2017), disebutkan bahwa Koito akan bertanggung jawab untuk mengembangkan strategi bisnis, termasuk agar kehadiran dan aksesibilitas Nissan dan Datsun meningkat signifikan.

Semuanya bertujuan agar Nissan menjadi pemain utama sektor otomotif di Indonesia.

Sebelum menangani Nissan, Koito telah berkarya di Mitsubishi Corporation sejak 1994. Sepanjang karirnya, ia pernah bertanggung jawab di sejumlah posisi kunci, termasuk perencanaan produk, penjualan, dan pemasaran.

Jabatan terakhir Koito yang diembannya sejak 2014 lalu adalah General Manager – Global After Sales Division, Global After Sales Planning Department di kantor pusat Mitsubishi Motors di Tokyo, Jepang.

inilah Makna Peci Hitam Menurut Djarot Saiful Hidayat

Inilah Makna Peci Hitam Menurut Djarot Saiful Hidayat

Wakil Gubernur pertahana DKI Jakarta Djarot saiful Hidayat menceritakanIhwal perubahan tampilan dirinya   dalam surat suara Pilkada DKI 2017 putaran dua. Dalam surat suara, Djarot yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama atau (Ahok), mengenakan peci hitam.

Ia mengatakan, tampilan barunya itu karena telah dipopulerkan terlebih dahulu Presiden RI pertama Sukarno. Penampilan tersebut juga menja"Kalau orang Jawa Timur bilangnya kopiah, kalau orang sini bilangnya peci. Makanya kalau kami umrah begitu pake kopiah, orang sana (Arab) pasti tau itu orang Indonesia," kata Djarot di Jakarta Pusat, Jumat (24/3/2017).

Ia menambahkan, tampilan dirinya yang mengenakan peci hitam bukanlah merupakan strategi baru pada kampanye Pilkada DKI 2017 putaran kedua ini.

"Mau dianggap seperti itu silakan, Pak Ahok enggak mau diekspos kegiatan juga dibilang strategi baru. Kunjungi orang sakit juga dibilang gitu. Karena warga Jakarta baru merasakan sekarang ada pemimpin yang sudah melakukan perubahan dan perubahannya drastis," papar Djarot Saiful Hidayat.

Mengenai slogan cawagub nomor urut 3 Sandiaga Uno 'Coblos Pecinya,' Djarot mengaku tidak mengetahui. "Enggak tahu ya," ucap Djarot.di simbol dari nasionalisme.