Saturday, April 1, 2017

Ternyata Bahrun Naim Masuk Ke Dalam Daftar Teroris Global AS

Ternyata Bahrun Naim Masuk Ke Dalam Daftar Teroris Global AS


Nama Bahrun Naim bersama sejumlah anggota kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) masuk dalam daftar terorisme global Amerika Serikat (AS). Mereka yang masuk daftar tersebut berarti mendapatkan sanksi finansial global.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Jumat (31/3/2017), daftar terorisme global atau 'specially designated global terrorists' diberlakukan oleh Kantor Pengendalian Aset Asing Departemen Keuangan AS bersama Departemen Luar Negeri AS.

Dijelaskan Departemen Keuangan AS, orang-orang yang masuk daftar ini akan diblokir aset-asetnya yang ada di AS dan setiap warga AS dilarang berinteraksi dengan mereka. Tidak hanya itu, mereka juga tidak mendapat akses pada bisnis dan jaringan perbankan global. 

Dalam daftar itu, AS menyebut Bahrun Naim dengan nama lengkapnya yakni Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo. Dia disebut diduga mendalangi serangan teror di Jakarta yang melibatkan peledak dan senjata api pada Januari 2016, yang menewaskan 4 warga sipil dan melukai 23 orang. 

AS juga menyebut Bahrun Naim sebagai perencana dan penggalang dana ISIS yang berbasis di Suriah.

Selain Bahrun Naim, nama anggota dan pendukung ISIS lainnya yang masuk daftar hitam itu adalah Anjem Choudary (50) yang merupakan ulama radikal asal Inggris, kemudian Sami Bashur Bouras yang merupakan warga Swedia, Shane Dominic Crawford yang berasal dari Trinidad and Tobago, El Shafee Elsheikh yang merupakan warga Inggris, Muhammad Wanndy bin Mohamed Jedi asal Malaysia, dan Jong Mark Taylor asal Selandia Baru.

Dari nama-nama itu, hanya Choudary yang telah diadili dan ditahan. Pada September 2016 lalu, Choudary yang mantan pengacara keturunan Pakistan itu, divonis 5,5 tahun penjara karena mendorong orang-orang mendukung ISIS. 

Dari 5 Industri TIK Termasuk Salah Satu Lowongan Kerja Terbanyak

Dari 5 Industri TIK Termasuk Salah Satu Lowongan Kerja Terbanyak



Jobplanet, platform yang menawarkan informasi perusahaan dan dunia kerja, merilis hasil riset terbarunya seputar industri yang paling banyak membuka lowongan kerja. Perusahaan asal Korea Selatan itu mencatat, ada 5 industri yang paling banyak memasang konten lowongan kerja pada kuartal pertama 2017 (Januari-Maret).

Kemas Antonius, Chief Product Officer Jobplanet Indonesia, mengungkap kelima industri ini adalah industri yang mayoritas memang diburu calon pelamar kerja.

“Berdasarkan analisis Jobplanet, lima industri yang paling banyak membuka kesempatan bagi para pencari kerja dalam tiga bulan pertama pada 2017 adalah manufaktur, pelayanan, ritel dan distribusi, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta industri konstruksi dan bangunan,” papar Kemas sebagaimana Tekno Liputan6.com kutip dari keterangan resmi Jobplanet

Rinciannya, manufaktur (21 persen), pelayanan (21 persen), industri ritel dan distribusi (19 persen), TIK (13 persen), serta konstruksi dan bangunan (7 persen). Ada 11.000 konten lowongan kerja yang mereka pasang dari Januari hingga pertengahan Maret 2017.

Sementara, jenis pekerjaan yang lowongannya paling banyak dibuka adalah pekerjaan yang berkaitan dengan bidang pemasaran atau marketing (11,8 persen), keuangan dan akuntansi (11,7 persen), penjualan atau sales (10,3 persen), administrasi (10,3 persen), serta TIK (8,4 persen).

Lowongan di bidang pemasaran, contohnya, tenaga telemarketing, analis pasar, digital marketing specialist, dan staf pemasaran produk. Lowongan di bidang keuangan dan akuntansi antara lain mencakup posisi akuntan, auditor, dan teller bank.